Kalam menari ditemani pena
Terbentang kertas putih dipusara meja
terungkap sedikit tatkala angin meniup mesra
Pena mula beradu menemani kalam yang tersusun rapi
Kau kalam ku tiada tolok ganti
kau pena ku yang bisa mengerti
Bagaimanakan ku cari kenangan bersamamu wahai cahaya
yang menerangi kalam yang menari menemani pena
Hati ini terguris jika pena tidak lagi menari
kalam jua yang makin hakis dipukul ombak dengki
jangan kau biarkan pena itu terhenti
dari sikap egoismu yang menjana dalam diri
bakarkan sayap murni nurani
biar ia menjadi satu tragis tawa berisi
moga suatu hari..
cahaya kabus menjadi nadi seerti
secebis kenangan buat kalam
agar pena semakin menari..dan menari...
Riza Bahari
Tg Malim, Perak.
2 - 7 DISEMBER 2010: KE KOREA SELATAN
Seminggu yang lalu

Tiada ulasan:
Catat Ulasan